Filosofi Sebatang Pohon
Keyakinan dengan adanya khodho dan takdir
Alloh SWT adalah kunci penting dalam mengarungi bahtera kehidupan di dunia ini.
Apapun situasi dan kondisinya apa yang telah ditetapkan Alloh kita harus
mensyukurinya, karena bisa jadi yang kita suka terkadang itu sesuatu yang buruk
buat kita, dan sesuatu yang kita anggap buruk padahal itu adalah yang terbaik
buat kita.Oleh karena itu, bukan kenapa aku seperti ini sementara orang lain
seperti itu?, yang pasti bagaimana kita mensyukuri karunia Alloh dan
menjalankan apa yang telah digariskan oleh Alloh melalui kitab-Nya dan tuntunan
rosul-Nya dengan keyakinan yang benar.
Kita lihat sebatang pohon, kalau kita
tafakuri dengan seksama dia diciptakan Alloh penuh dengan kepasrahan, kesabaran dan
keikhlasan. Dari kecil ia terus tumbuh dengan kepastian tanpa mengeluh minta
perlindungan, sementara musuh musuhnya terus mengintai setiap saat.dikala malam
ia tak pernah mengeluh karena kedinginan, kehujanan bahkan angin yang menerpa,
disaat siang iapun tak pernah berputus asa karena kepanasan dan tak pernah
meminta untuk dinaungi dengan sebuah payung,disaat serangga menggerumuti ia tak
marah justru ia berikan rasa buah manisnya ia beri tempat untuk berlindung,
disaat ia dilempari batu ia bersabar tak pernah marah justru ia berikan
buahnya, bahkan ketika tangan dan kakinya ia patahkan justru ia tersenyum ia
berikan dengan ikhlas untuk kepentingan manusia. Ia tetap terus bertasbih,
berdzikir kepada Alloh tanpa henti bersamaan dengan tiupan angin yang mengiringi
melodi tasbih dan dzikirnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar