Social Icons

Pages

Sabtu, 26 Maret 2016

Pak Tua dan Pencuri Ikan



Pak Tua yang baik hati dengan Pencuri

                Sidaharja.com. Saya ingin mengawali salah satu renungan ini dengan mengingatkan pada salah satu kisah nyata kehidupan yang mungkin banyak tercecer di depan mata kita. Kisah ini tentang  orang tua yang hidupnya cukup sederhana walaupun masuk pada kategori orang kaya di desanya, H.Mustofa namanya. Beliau sebagai pentani yang rajin dan memiliki lahan sawah dan kebon yang cukup luas bahkan di antara putra-putrinya banyak yang tidak tahu  dimana saja sawah dan kebunnya. Suatu hari sebagaimana biasanya pekerjaan beliau pergi ke sawan dan kekebun, pada saat itu iapun asyik bekerja membersihkan ladangnya.di tengah asyiknya bekerja disalah satu kolamnya ada orang yang lagi memancing ikan dengan tenangnya seolah olah sedang mancing di kolam milik pribadinya. Pak tuapun membiarkan pencuri itu memancing dengan asyiknya. Disaat memancing telah selesai dengan hasil pancingannya yang cukup banyak sang pencuri santai aja berlalu dihadapannya tanpa merasa bersalah. Pak Tua bertanya”, mas sampun anggenipun mancing? “, gitu dengan bahasa jawanya. Pencuripun menjawab dengan tenang dengan tidak curiga kalau yang bertanya itu pemilik kolam, “ sampun pak ,” gitu jawabnya. Pak tuapun berkata,” yo wis beto mawon kanggo lawuh aku ikhlas ko”, pencuri itupun merasa bersalah. Ternyata yang dari tadi ada disitu itu pemilik kolamnya. Dengan sikap yang serba salah dan takut Iapun meminta maaf dengan tidak akan mengulangi perbuatannya seraya memberikan hasil pancingannya. Namun yang terjadi justru pak tua memaafkannya dengan memberikan hasil pancingannya pada pencuri itu.” Monggo beto mawon go lawuh sampaian lewih butuh.”
Hikmah yang bisa kita petik dari kisah diatas adalah sikap dermawan, keikhlasan, kesabaran dan cara pandang positif terhadap  kehidupan.
Mampukah kita tetap bersikap positif/ ikhlas disaat harta benda yang kita cintai diambil orang dengan mencari sisi positifnya dari sebuah musibah?

Kamis, 17 Maret 2016

Menghalalkan gajih



Menghalalkan Gajih/Upah

Sidaharja.com.  Suatu hari, desaku dikunjungi salah satu staf Kecamatan dalam rangka pembinaan desa. tentunya suatu kebahagiaan bagi kami mengingat kita akan mendapatkan pembinaan terkait dengan desa yang lebih baik dan maju. Sebagai orang timur kita selalu menghormati tamu dengan  jamuan ala kadarnya. Saat itupun perbincangan kami mulai dengan mendiskusikan  pemerintahan yang baik ( good government ). Secara kebetulan kami kehadiran pegawai kecamatan yang menurut hemat kami orang yang ulet,rajin dan penuh tanggungjawab dengan tugas pekerjaannya bahkan tak kenal lelah sampai malampun bagi yang memerlukan ia siap membantunya. Pada saat itu akupun bertanya,” Maaf pa,saya lihat bapak bekrja begitu gigih dan tak kenal lelah sementara  pegawai yang lain biasa-biasa saja?,” dengan tenang beliaupun menjawab,” Mas, saya melakukan ini karena saya ingin menghalalkan gajih yang saya terima dengan bentuk pengabdian yang terbaik, saya khawatir gajih yang saya terima setiap bulan dari Negara belum sesuai dengan etos kerja saya,”. Akupun terdiam sejenak dengan menerawang pengabdianku selama ini, rasanya ada tusukan pedang yang menghunjam kalbuku, terlintas dalam benakku jangankan menghalalkan gajih yang saya terima terkadang yang bukan haknya juga masih terbawa, berangkat ke kantor pun kesiangan, waktu berlalu tanpa dedikasi dan karya yang baik.” Ya Alloh, Ampunilah dosa-dosaku dan keluargaku, tunjukilah kami dengan jalanmu yang lurus yang telah engkau berikan pada orang orang yang telah engaku beri nikmat dan kemuliaan.´gumamku.
Yah......pegawai yang baik hatinya pasti akan mendapatkan imbalan yang baik pula dari Tuhannya. tak perlu mengumpulkan harta yang akhirnya lenyap tanpa makna, untuk itu jangan pikirkan untung/rugi saat kita ada kesempatan untuk mengabdikan diri pada negara, bangsa dan agama. lakukan saja perbutan baik dengan hati yang tulus  dan ikhlas karena hukum Tuhan tak pernah keliru dan salah. apa yang kita  tanam toh akhirnya kembali pula pada diri kita bahkan akan berkelipahan.

Jumat, 11 Maret 2016

Senyumlah Anak Desaku Sidaharja

Senyumlah  Anak Desaku Sidaharja

Senyuman itu bagaikan perhiasan batin yang memperindah perhiasan lahir yang kurang cantik.Senyuman dapat menaklukan hati yang bengis dan dapat menundukan orang yang keras Kepala ( orang bijak ).

Senyumlah, sebab senyuman adalah isyarat hati dalam setiap bahasa dan pada setiap kebudayaan.Senyum adalah bahasa dunia.senyum dapat menyatakan rasa simpati, timbang rasa, kasih sayang dan cinta.Hargailah seseorang dengan  senyumanmu.Kita menghargai orang lain karena kita juga menghargai diri sendiri.

Nabi Muhammad saw.bersabda, " Hai putra  Abdul Muthalib, sesungguhnya kami tidak akan mampu memuaskan manusia dengan sejumlah uang yang kau miliki, tetapi temuilah mereka dengan wajah ceria dan perilaku gembira,"

pendek kata kita harus berusaha agar dapat berlaku ramah terhadap siapa pun tanpa kecuali, walaupun dia menunjukan sikap tidak simpatiknya terhadap kita. Dengan keramahtamahan yang  kita timbulkan dalam sikap yang tidak dibuat buat maka sikap yang ditunjukan orang yang tadinya tidak ramah sekalipun pastilah akan mengalami perubahan.

" Pada suatu hari, saya memutuskan untuk mengadakan eksperimen tentang bagaimana sikap penuh perhatian dan wajah ceria saya sendiri mempengaruhi kehidupan saya. Sebelum hari itu, suasana hati yang BT dan sedih, namun di pagi itu, saya tinggalkan rumah dengan niat untuk menjadi ceria. Saya berfikir dalam hati, telah sering saya merasakan  betapa wajah orang lain yang penuh perhatian dan ceria mampu memberikan kekuatan kepada saya. Saya ingin mengetahui apakah saya sendiri dapat berpengaruh pada orang lain seperti itu. Dalam perjalanan menuju tempat kerja, saya ulangi dalam hati tekad saya untuk menaruh perhatian dan berwajah ceria. Bahakan saya , meyakinkan diri sendri bahwa saya seorang yang sangat beruntung. Sebagai hasilnya, saya merasakan semacam kesenangan menguasai tubuh saya. saya melihat banyak orang di sekitar saya berwajah sedih. Hati saya terbakar meliaht orang orang ini dan berhasrat memberikan kepada meraka sebagian cahaya dari dalam  hati saya.
Pagi itu, saya memasuki kantor seraya memberi hormat kepada rekan sejawat dengan cara yang tidak biasa. selama ini saya jarang tersenyum kepada rekan dan tak pernah menghormatinya seperti itu, ternyata mereka sangat menghormati saya dengan hangat dan penuh kasih. Pada saat itu  saya merasa bahwa kebahagiaan saya telah  benar-benar mempengaruhinya.

Ini mungkin berlaku untuk anda. Temuilah orang dengan sikap ini. berwajah cerilah, maka kembang kebahagiaan akan mengembang dalam kehidupan anda, seperti mawar mengembang di musim semi, dan anda akan beroleh banyak teman yang akan membawa kedamaian dan ketentraman abadi.

Selasa, 08 Maret 2016

Awas Gerhana Hati



Add caption


Awas Gerhana Hati lebih Berbahaya !
Sidaharja.Inspirasijiwaku.com.Gerhana hakikatnya merupakan peringatan kepada manusia yang maha kecil, yang hakikatnya manusia tidak ada apa-apanya. Apabila makhluk-makhluk yang di langit secara fisik begitu hebat, begitu besar serta taat dan tunduk kepada hukum alam, taat dan tunduk kepada sunnatullah, sehingga pada suatu saat terjadilah kejadian yang disebut khusuf (gerhana). Maka hahikatnya, seperti itulah pada suatu saat tidak mustahil manusia pun akan mengalami kegelapan, akan mengalami khusuf, seperti gelapnya matahari, gelapnya bulan, seperti gelapnya bumi. Namun biarlah matahari dan bulan termasuk bumi yang mengalami khusuf, asalkan jangan hati-hati manusia yang mengalami gerhana, yang mengalami kegelapan. Kenapa demikian? Dapat kita bayangkan, apabila hati-hati manusia sudah gelap, apalah kiranya yang terjadi pada satu lingkungan yang di diami oleh manusia? Oleh karenanya, pada satu kesempatan Jibril secara pribadi berdialog dengan Rasulullah SAW, yang tentu pada hakikatnya hal ini adalah merupakan peringatan kepada diri kita masing-masing.

Jibril berkata : “Yaa muhammad, isy maa syi’ta (Wahai Muhammad, silahkan engkau hidup sekehendakmu, hidup bebas tanpa batas, hidup tanpa aturan dan ketentuan), tetapi ingatlah hakikatnya tidak ada manusia yang abadi, tidak ada manusia yang hidup kekal, fainnaka mayyitun (sungguh engkau akan mengalami proses kematian)”. Maka oleh karenanya sebagaimana yang kita maklumi, bahwa beda antara manusia dengan hewan secara mutlak, sehingga ada orang yang mengungkapkan, apabila hewan secara mutlak mengalami kematian bakal bilatungan (akan belatungan), tetapi manusia kalau mengalami kematian bakal nyanghareup balitungan (akan menghadapi hisab/perhitungan). Dalam arti, ingat bahwa manusia diwujudkan tidak abatsan (sia-sia), ada maksud dan tujuan tertentu.

Suatu saat, hasil dari pada perjalanan hidup yang relatif sebentar, justru inilah yang sebentar itu yang akan menentukan kelanggengan hidup di sana, kelanggengan hidup di yaumil akhir, apakah kenikmatan yang langgeng atau kebalikannya, kesengsaraan yang langgeng?

Jibril berkata kemabali : “Wa ahbib maa syi’ta (silahkan kau cintai siapa dan apa saja), tetapi ingat fainnaka mufaariquhu (sungguh akan berpisah)”. Mau mencintai istri, suatu saat mufaariquhu, mencintai suami, suatu saat mufaariquhu, mencintai anak, suatu saat mufaariquhu, akan berpisah antara yang mencintai dengan yang dicintai.

Makanya wajar apabila Rasulullah SAW pernah menyatakan, apabila manusia mengalami al-mautu, maka yatba’ul-mayyita tsalaatsatun, ada tiga perkara yang akan mengikuti mayyit dengan kematiannya itu. Yang pertama ahluhu (keluarganya) wa maaluhu (hartanya) wa ‘amaluhu (dan amalnya), yarji’u minhu-tsnaani (namun yang dua tidak turut ikut, yang dua akan kembali lagi). Yang mana yang tidak mau ikut itu? Maalhu wa ahluhu (harta dan keluarganya), yang tetap setia adalah ‘amaluhu (amalnya), yatba’uhu amaluhu. Yang menjadi masalah, amal yang mana, apakah yang termasuk pernyataan faman ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarahu atau faman ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarahu?

 Yang jelas ikutilah petunjuk Rosullulloh ",wa atbi’is-sayyiatal-hasanata (ikutkan perbuatan yang buruk itu dengan perbuatan yang baik), tanhuuhaa (agar perbuatan yang baik itu bisa menutupi perbuatan-perbuatan yang tidak baik).

Mudah-mudahan peristiwa gerhana yang kesekian kali yang kita alami pada saat ini akan menjadikan penggugah bagi diri kita masing-masing. Semoga Allah memberikan limpahan maghfirah dan rahmat-Nya kepada diri kita masing-masing.



Jumat, 04 Maret 2016

Khoerunnas



Inspirasi buat jiwaku

Sidaharja.Inspirasijiwaku.com.Laksana langit yang tak selalu cerah, menyingkap tabir alam yang pun memiliki keindahan lain dari sisi mendungnya, terlebih larut yang berhias cahaya ribuan bintang, menambah keberagaman langit yang begitu hebatnya kuasa Sang Pemilik Alam..

        Keberagaman kita yang saling melengkapi jauh lebih indah dari kesempurnaan, Menelaah hakikatnya diri tak kan mungkin kita temukan kesempurnaan, berusaha menjadi sempurna pun tak mungkin terjadi, karena Allah menciptakan kita sepaket dengan kekurangan, tapi yakin kesyukuran kita akan menemukan keindahannya jauh dari kesempurnaan yang kita inginkan...

“Menjadi Diri Sendiri, dengan sgala kekurangan

Menjadi diri sendiri atas Kelebihan,,, “



Berusaha menjadi diri sendiri juga menjadi lebih baik dari pribadi yang telah lalu, adalah proses menjadi pribadi yang hebat,
Siapa yang di kategorikan baik itu??

Coba kita amalkan defenisi dari hadits ini

خير الناس أنفعهم للناس
“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia”

        Tersadar akan ini, bahwa jika kita tak punya manfaat terhadap orang lain , sudikah kita di kategorikan “Seburuk-buruk manusia” ??
Tidakkan?! 
Maka itu tanya pribadi masing-masing seberapa manfaatkah kita utuk orang lain,
sampai pada Nafas yang masih di Amanahkan ini???
Mari berjanji pada diri sendiri,
Nafas Esok tak kan kita sia-siakan lagi tanpa usaha menjadi pribadi kita yang terbaik, Terus belajar tanpa henti dari buaian hingga ke liang lahad...
 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates